kecanduan smartphone

Kecanduan Smart phone dan Pengawasan Orang tua

Oleh: Uus Ruswandi*)

Pendahuluan

Keluarga merupakan lembaga pertama dan utama yang ditemui seorang anak di awal kehidupannya. Orang tua memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap perilaku, karakter ataupun kepribadian anak. Keduanya sangat memiliki peran penting dalam mendidik dan merawat anaknya dengan tujuan agar menjadi generasi penerus yang saleh dan salihah. Sebagaimana Rasulullah Saw. telah bersabda: “Setiap anak yang dilahirkan dalam keadaan suci, maka kedua orang tuanyalah yang menjadikan anak tersebut menjadi Yahudi, Nasrani ataupun Majusi. (HR. Al- Bukhari, nomor 4775, jilid 3). Bukan saja kedua orang tua, tetapi seluruh anggota keluarga memiliki pengaruh yang berarti (significan people) terhadap pembentukan kepribadian anak.

Anak yang belum sekolah dalam usia yang begitu dini, sangat membutuhkan dasar-dasar pembentukan karakter dan kepribadian yang memadai dari orang tuanya. Dasar-dasar tersebut antara lain, perasaan penuh kasih sayang, perhatian, penghargaan dan sebagainya. Oleh sebab itu, orang tua berkewajiban untuk memenuhi dasar-dasar tersebut.

Seorang psikolog mengemukakan, orang tua seyogyanya membesarkan anaknya dengan penuh kasih sayang, toleran, perhatian, pujian, penerimaan, pengakuan, kebijkasanaan, kejujuran dan dalam suasana aman, bukan sebaliknya (Hurlock, 1993).

Salah satu dari dasar-dasar yang dibutuhkan anak di atas adalah, perhatian atau pengawasan terhadap kagiatan-kegiatan yang dilakukannya dalam kehidupan sehari-harinya. Di antaranya, orang tua berkewajiban mengawasi anaknya ketika menggunakan smart phone. Hal itu dikarenakan dewasa ini kehadiran smart phone bukan hanya digunakan untuk berkomunikasi saja. Melainkan bisa digunakan untuk mengakses hal-hal yang positif maupun negatif.

Hal-hal yang positif bisa dijadikan tuntutan bagi anak. Sedangkan konten-konten yang kurang baik dapat memengaruhi perkembangan mental anak. Misalnya, memicu adanya kekerasan, bullying, dan beragam tindakan anak yang susah dikendalikan. (Maryana, n.d.)

Kecanduan Smart phone

Smart phone adalah telepon yang diaktifkan melalui internet yang menyediakan kemampuan Personal Digital Assistant (PDA). Selain itu, Smart phone memungkinkan Anda mengirim dan menerima pesan serta mengakses web. Biasanya dengan biaya tambahan. Sebagian besar model Smart phone memiliki layar berwarna dan juga berfungsi sebagai kamera internal sehingga Anda dapat berbagi foto atau video dengan orang lain setelah Anda mengambil gambar. (Gary B, 2008)

Smart phone merupakan produk Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang sangat mudah digunakan oleh sebagian besar masyarakat, tidak terkecuali anak. Dalam kehidupan sehari- hari, mereka asik dan sibuk menggunakan smart phone. Dalam istilah lain, kondisi ini disebut kecanduan menatap layar (Screen addict). Prilaku ini tentu saja mengkhawatirkan semua pihak khususnya orang tua. Sebab, selain sikap kecanduan terhadap smart phone, anak cenderung kurang memiliki sikap peduli terhadap lingkungan sekitarnya (empati).

Para peneliti di King’s College London (KCL) mendefinisikan ‘problematic smart phone usage’ (PSU) sebagai perilaku yang terkait dengan aktivitas penggunaan ponsel cerdas yang mengarah pada unsur kecanduan. (Pradana, 2019). Oleh sebab itu, mediasi orang tua dapat membantu mencegah kecanduan anak pada telepon pintar. (Jeong , 2015)

Selain sikap tidak peduli, masalah lainnya adalah motivasi belajar anak berkurang, tidur anak terganggu, nafsu makan anak berkurang. Kondisi ini sepatutnya disadari betul oleh orang tua. Berapa banyak waktu yang dihabiskan anak-anak mereka dengan ponsel? Sebab kalau dibiarkan berlarut-larut akan memengaruhi secara langsung pada perkembangan mental dan perkembangan anak hingga beranjak dewasa. (Maryana, n.d.)

Pengawasan Orang tua

Bertalian dengan permasalahan di atas, untuk mengurangi kecanduan anak remaja terhadap smart phone, diperlukan langkah-langkah konkret dari orang tua. Karena selama masa perkembangan remaja, pengawasan orang tua dapat memainkan peran penting untuk menghindari anak remaja kecanduan smart phone.

Secara umum ada tiga strategi inti dalam memediasi anak menggunakan smart phone, yaitu : restrictive mediation, active mediation, and co-use. (Jeong, 2015). Restrictive mediation mengacu pada tindakan orang tua menetapkan aturan dengan tegas khususnya mengenai durasi waktu dan jenis konten yang diakses oleh anak. Active mediation mengacu pada tindakan orang tua terlibat diskusi dan mendorong anak berpikir kritis dalam menggunakan smart phone. Co-use. menonton atau bermain bersama berbagi waktu menggunakan smart phone bersama anak-anak.

Di samping ketiga pola di atas, menurut Felik orang tua dapat menerapkan tips-tips lain dalam rangka mencegah anak kecanduan terhadap smart phone, yaitu:

  1. Orang tua harus menjadi model bagi anak, misalnya orang tua harus membatasi penggunaan smart phone. ketika sedang di dalam rumah
  2. Anak dibatasi durasi penggunaan smart phone
  3. Dampingi anak ketika sedang beraktivitas smart phone
  4. Sediakan area bebas penggunaan smart phone di lingkungan keluarga
  5. Ajarkan kepada anak-anak membiasakan mengendalikan diri
  6. Ajaklah anak untuk melakukan sosialisasi diri terhadap lingkungan sekitar agar anak memiliki sikap empati
  7. Berilah ruang waktu yang cukup untuk melakukan kegiatan-kegitan yang positif sebagai pengganti bermain smart phone. (Pawitri, 2019)

Selain upaya dan tips yang bisa dilakukan orang tua di atas, berdoalah kepada Allah Swt. agar anak diberikan kemampuan untuk memilih dan memilah konten-konten yang ada di smart phone. Sehingga anak tersebut tidak hanya terampil dan cerdas dalam menggunakan smart phone, tetapi tetap dilandasi dengan nilai-nilai agama. Waallahu A’lam bish-shawab.

*) Uus Ruswandi Pengelola Majelis Taklim Al-Barokah di Putrajawa dan Staf Pengajar  UIN SGD Bandung

Referensi

al-Bukhari., A. A.-M.-J. (1995). Matan al-Bukhari Masykul . Bairut Libanon: Dar al-Fikri.

Gary B, S. M. (2008). Discovering Computers 2009 . Boston-Amerika : Course Technology.

Hurlock, E. B. (1993). Developmental Psycholgy (Psikologi Perkembangan). Jakarta: Gelora Aksara Pratama.

Jeong, Y. H.-H. (2015). Predictors of Parental Mediation Regarding Children’s Smartphone Use. Predictors of Parental Mediation , 737-743.

Maryana. (n.d.). Kecanduan Gadget, Empati Anak Berkurang. Retrieved from  awalbros.com.

Pawitri, A. (2019, Desember 23). Cegah Anak Kecanduan Gadget dengan 7 Tips Ini. Retrieved from https://www.sehatq.com/artikel/cegah-anak-kecanduan-gadget-dengan-tips-ini

Pradana, B. (2019, Desember 02). Satu dari Empat Anak Kecanduan Smartphone. Retrieved from mediaindonesia.com.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *