semangat menuntut ilmu

Semangat Menuntut Ilmu di Bawah Terik Matahari

 

majelis taklim al barokah

Ahad (10 November 2019) siang yang terik. Sempat membuat Uus Ruswandi bertanya-tanya tentang semangat menuntut ilmu jamaahnya. Apakah mereka akan tetap pergi ke Majeis ataukah memilih terus berdiam diri di rumah masing-masing mencari aman. Selaku Pengelola Majelis Taklim Al Barokah yang terletak di Kampung Pangauban Desa Putrajawa Limbangan Garut tersebut harap-harap cemas. Dengan setia, ia bersama keluarganya menunggu kedatangan Jamaah selepas solat dzuhur. Satu persatu jamaah pun hadir, meski sengat panas matahari begitu panas. Ia sendiri merasakan keringatnya mulai bercucuran meski baru saja membersihkan diri.

Ifan, pemuda andalannya yang bertugas menjagai absen dengan sistem otomatis sudah siaga di tempat paling mudah ditemui jamaah. Ifan harus tetap di sana sampai jamaah berhenti berdatangan dan pengelola memberi intruksi bahwa pengajian harus segera dimulai.

Maklum, majelis Taklim ini berstandar IT. Pengabsenan jamaah pun menggunakan sistem otomatis.  Sangat penuh kehati-hatian untuk menghindari ketimpangan jumlah jamaah dan keakuratan jumlah kehadiran mereka. Hal ini tiada lain untuk memudahkan pengelola dalam mengetahui grafik kehadiran, jumlah jamaah tetap, serta jamaah-jamaah yang mungkin berpotensi untuk mendapatkan reward karena keuletan dan keseriuasannya menghadiri majelis.

majelis taklim al barokah

Dengan hati yang terbuka, pengelola sangat senang menghargai keseriusan jamaah. Maka dari itu sistem IT digunakan untuk mendapatkan data akurat. Namun sayang, belum semua jamaah percaya diri melakukan pengabsenan secara mandiri. Terutama mereka yang lanjut usia, Ifan sebagai operator dengan suka rela membantu ibu-ibu jamaah majelis, menekan tombol sesuai nomor absen mereka.

Pukul 13:00 tepat, pengajian pun dimulai, dengan pembacaan ayat suci Al Quran secara berjamaah. Ternyata jamaah yang hadir mencapai jumlah 170 orang. Jumlah yang memang memuaskan, jika melihat kondisi cuaca yang ada. Mengungkapkan kekhawatirannya yang akhirnya terobati sudah, Uus, yang merupakan salah satu guru besar di UIN Sunan Gunung Djati Bandung Tersebut menyampaikan rasa terima kasih dan bahagianya pada sambutan pengelola di awal acara.

majelis taklim al barokah

“Saya sempat khawatir, apakah jamaah akan datang semua atau tidak, melihat cuaca yang sangat terik ini. Akan tetapi kemudian saya berucap syukur, Alhamdulillah jamaah yang datang banyak dan terlihat begitu antusias,” tutur Uus pada sambutannya. Menurut Uus, jumlah 170 orang adalah jumlah yang cukup banyak, melihat kondisi sedang banyak pula kegiatan lain yang berlansung di Desa Putra Jawa dan sekitarnya. Di antaranya dalah acara Maulid Nabi dan beberapa syukuran yang digelar oleh masyarakat sekitar.

Ustadz Ujang Abdurrahman, sebagai pemateri yang memberikan tausiyah setelah sambutan pengelola.  Pentingnya kesyukuran kepada Allah yang telah mengutus Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam merupakan intisari dari ceramahnya kali ini. Karena kehadiran Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam lah kita berada dalam jalan yang baik. Mengenal Allah dengan tata cara ibadah dan risalah yang diajarkannya.

Donasi

Penceramah pun berpesan kepada jamaah agar:

  1. Memperbanyak amal ibadah untuk menggapai berkah dan syafaat dari Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam.
  2. Meyakini bahwa Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam adalah Rasul terakhir
  3. Memelihara kecintaan kita terhadap Allah dan Rasullullah dengan memperbanyak dzikir dan ibadah lainnya, maka diharapkan mendapatkan Rahmat dan pengampunan Allah Subhanahu Wa Taala dan Surga sebagai tempat yang kekal.
  4. Teteplah semangat menuntut ilmu agama agar hidup kita seimbang antara tujuan hidup di dunia dan tujuan kehidupan di akhirat.

Limbangan, 10 November 2019

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *