Meski Panas Jamaah Majelis Ta’lim Al Barokah Tetap Semangat Mengikuti Kajian Ilmu

 

Majelis Ta'lim Al BarokahMeski panas menyengat di siang hari, para jamaah Majelis Ta’lim Al Barokah tetap semangat. Mereka mengikuti pengajian yang diselenggarakan Ahad, 13 Oktober 2019 lalu. Sebanyak 183 orang jamaah hadir di sana untuk mengikuti kegiatan kajian rutin bulanan. Jumlah ini didapatkan dari data absensi otomatis dari pengelola. Setiap sebelum pengajian dimulai, jamaah melakukan registrasi terlebih dahulu. Hal ini dilakukan demi ketertiban jamaah dan  kepastian jumlah jamaah, peserta pengajian rutin bulanan di Majelis Taklim ini.

majelis ta'lim al barokah

 

Lain dari biasa, jika sebelumnya pengajian dilaksanakan pagi hari, dengan beralasan berbagai pertimbangan, pengajian pun dimulai tepat pukul 13.00. Namun hal ini tidak lantas menyurutkan antusias jamaah. Para jamaah peserta pengajian,  yang notabene mayoritas merupakan warga Desa Putrajawa Limbangan Kabupaten Garut ini, datang berbondong-bondong selepas solat zuhur. Dengan kompaknya, warga datang secara serentak, hingga pembawa acara berkali-kali menertibkan barisan duduk jamaah, karena barisan depan belum terisi, sementara di belakang jamaah mengantre mencari tempat duduk. Dengan dibuka oleh MC, acara pun dimulai tepat pada waktunya.

majelis taklim al barokah

Uus Ruswandi sebagai pengelola, mewakili keluarga memberikan sambutan hangat kepada para jamaah, tidak lupa mengulas alasan mengapa bulan ini jadwal penyelenggaraan pengajian berubah menjadi siang hari. Di akhir sambutan, pengelola menyampaikan rasa bangga dan banyak terima kasih kepada al Ustaz khususnya dan kepada para jamaah yang telah senantiasa konsisiten menghadiri kajian. “Saya bersyukur, melihat jamaah yang tetap semangat datang ke sini walaupun dalam keadaan panas terik di siang hari,“ pungkasnya.

Sementara itu, Ustaz Endi Suhendi telah siap dengan materi pengajiannya. Dengan arif, ia menyampaikan materi setelah dipersilakan. Endi Suhendi yang meruakan Kandidat Doktor sedang menyelesaikan program Doktoral di Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati ini memaparkan materi pengajian yang bertemakan tentang “Mardhatillah” secara gamblang.

majelis ta'lim al barokah

Menut Endi, sebagian orang menyangka bahwa kebahagiaan itu hanyalah fatamorgana, khayalan, dan ilusi manusia semata. Kenyataan hidup yang mereka alami tidak pernah membuktikan adanya kebahagiaan yang bertahan lama. Semua serba sesaat dan sementara belaka. Dugaan yang seperti ini kemudian melahirkan manusia-manusia yang mengejar pemuasan hawa nafsu. Ketika nafsu itu terpenuhi mereka merasa puas dan bahagia, meski hanya sesaat. Hasilnya dapat kita lihat: perzinaan, penggunaan narkoba, mabuk-mabukan, dan penyimpangan moral lainnya merebak di mana-mana.

Lalu, dimanakah kebahagiaan itu dapat kita peroleh dan apa sesungguhnya kebahagiaan yang hakiki? Pertanyaan ini lah yang perlu kita jawab agar kita tidak salah arah dalam mencari kebahagiaan hakiki yang kita cari dalam hidup ini.

Dalam ayat-ayat-Nya, Allah telah mengisyaratkan kepada kita agar senantiasa berupaya untuk menggapai kebahagiaan yang hakiki, yaitu kebahagiaan yang dapat kita rasakan di dunia sekaligus juga di akhirat. Kebahagiaan yang hakiki hanya akan diperoleh ketika kita berada dalam keridhaan Allah Subhanahu Wa Taala.

“Kebahagiaan yang hakiki hanya akan dapat dirasakan oleh orang-orang yang dirinya ridha kepada Allah dan Allah pun ridha kepadanya,” ujar Ustaz Endi. Jamaah terlihat antusias menyimak kajian, “maka keridhaan Allah (mardhatillah) harus menjadi tujuan utama hidup manusia beriman yang berimplikasi pada tujuan akhir dari pendidikan Islam,” sambungnya.

Donasi

Setelah selesai pengajian, matahari tidak terlalu terik lagi. Hati yang panas telah tersiram ilmu agama. Jamaah pun meninggalkan tempat pengajian dengan teratur. Semoga Allah senantiasa memudahkan jalan dakwah Majelis Taklim Al Barokah, dan jalan dakwah kita semua. Aamin.

admin