Iim Ibrohim

WARNA KEHIDUPAN

WARNA KEHIDUPAN
Oleh : Iim Ibrohim

Disampaikan pada Pengajian Bulanan Majelis Taklim Al Barokah
Pangauban, Putrajawa, Selaawi, Kabupaten Garut

بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ,وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْن.

Segala puji hanya milik Allah. Kita memuji-Nya dan meminta pertolongan, dan pengampunan. Kita berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kita dan keburukan amal  kita. Barang siapa mendapat petunjuk dari Allah maka tidak akan ada yang mampu menyesatkannya, dan barang siapa yang disesatkan Allah, maka tidak ada akan yang mampu memberi petunjuk baginya.

Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya. Ya Allah, semoga doa dan keselamatan tercurah pada Muhammad dan keluarganya, dan semua sahabatnya.

Hadirin yang dimuliakan Allah, alhamdulillah atas ridha dan takdir Allah SWT hari ini kita dipertemukan dalam keadaan sehat wal afiat.

Disampaikan Esensi kesehatan. (Dokter vs ustadz).

Semoga rahmat Allah tercurah kepada kita semua. Pun kita digolongkan hamba-hamba yang dijanjikan oleh rasulullah yaitu bagian dari hamba-hamba yang dimudahkan jalan untuk menuju surga-Nya.

من سلك طريق يلتمس فيه علما سهل الله له طريقا الى الجنه

Hadirin rahimakumullah, dalam sebuah hadits rasulullah saw pernah bersabda;

عَنْ عَبْدِ اللهِ بنِ مَسْعُوْدْ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: حَدَّثَنَا رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم وَهُوَ الصَّادِقُ المَصْدُوْقُ:  إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ فِيْ بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِيْنَ يَوْمَاً نُطْفَةً، ثُمَّ يَكُوْنُ عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ،ثُمَّ يَكُوْنُ مُضْغَةً مِثْلَ ذَلِكَ،ثُمَّ يُرْسَلُ إِلَيْهِ المَلَكُ فَيَنفُخُ فِيْهِ الرٌّوْحَ،وَيَؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ: بِكَتْبِ رِزْقِهِ وَأَجَلِهِ وَعَمَلِهِ وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيْدٌ. فَوَالله الَّذِي لاَ إِلَهَ غَيْرُهُ إِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الجَنَّةِ حَتَّى مَا يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إلاذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ فَيَدْخُلُهَا، وَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ حَتَّى مَايَكُونُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إلا ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الجَنَّةِ فَيَدْخُلُهَا

Dari Abdullah bin Mas’ud Radhiallahu ‘Anhu, dia berkata: telah berkata kepada kami Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, dan dia adalah orang yang  jujur lagi dipercaya:

“Sesungguhnya tiap kalian dikumpulkan ciptaannya dalam rahim ibunya, selama 40 hari berupa nutfah (sperma), kemudian menjadi ‘alaqah (segumpal darah) selama itu juga, lalu menjadi mudghah (segumpal daging) selama itu, kemudian diutus kepadanya malaikat untuk meniupkannya ruh,  dan dia diperintahkan mencatat empat  kata yang telah ditentukan: rezekinya, ajalnya, amalnya, kesulitan atau kebahagiannya. Demi zat yang tiada Ilah kecuali Dia, sesungguhnya setiap kalian ada yang melaksanakan perbuatan ahli surga sehingga jarak antara dirinya dan surga hanyalah sehasta, namun dia telah didahului oleh al kitab (ketetapan/takdir),  maka dia mengerjakan perbuatan ahli neraka, lalu dia masuk ke dalamnya. Di antara kalian ada yang mengerjakan perbuatan ahlin naar (penduduk neraka), sehingga jarak antara dirinya dan neraka cuma sehasta, namun dia telah didahului oleh taqdirnya, lalu dia mengerjakan perbuatannya ahli surga, lalu dia memasukinya”. (Hr. Bukhari Muslim).

Apabila melihat kontek hadits tersebut, nampak sekali bahwa rasulullah saw menginformasikan kepada kita beberapa hal penting. Di antaranya ialah proses penciptaan ummat manusia. Pada saat diciptakan manusia melalui beberapa tahap. Pertama nuthfah selama 40 hari, kedua alaqah 40 hari, dan ketiga mudhgah 40 hari juga. Nah setelah memasuki usia 120 hari (4 bulan), Allah mengutus malaikat untuk meniupkan ruh, lalu menentukan 4 hal yaitu;

1. Rizkinya
2. Ajalnya
3. Amalnya
4. Kesulitan dan kesenangan.

Hal menarik untuk dicermati, ternyata yang pertama kali ditentukan itu ialah perihal rizki. Padahal itulah yang selama ini banyak membuat ummat manusia galau. Banyak manusia lupa diri untuk memperolehnya.

Terdapat orang yang untuk memperoleh rizki menghalalkan segala cara. Bahkan ada yang berpikir radikal dengan mengatakan, “jangankan yang halal, yang haram saja sulit untuk masa sekarang ini”. Perilaku tersebut tentu dilarang.

Yang harus diyakini bahwa sebenarnya semua ummat manusia sudah diberikan kadar rizkinya. Yang terpenting ialah ia harus berusaha untuk menjemput rizki tersebut.

Tak sedikit contoh yang bisa direnungkan. Seseorang yang belum menikah, terkadang uangnya habis dan habis. Setelah menikah, uangnya bisa terkumpul. Kemudian setelah mempunyai anak, penghasilannya bertambah dan bertambah. Andai kita sadar, itulah bukti Allah memberikan kepada istri, anak dan lain sebagainya yang mungkin pintunya lewat kita.

Sampaikan (Kisah ulama HASAN Al BASRI saat berumrah dan menemukan seorang pedang kain)

Kematian ialah sebuah keniscayaa. Tak ada satu orangpun yang akan hidup kekal. Hanya Allah sendiri yang abadi. Tak ada syarat sakit untuk mati, syarat tua untuk meninggal. Kematian memang rahasia Allah.

Banyak yang diambil nyawa oleh Allah saat usia tua, dewasa, remaja, anak-anak, bayi, bahkan sebelum lahir ke alam dunia, sudah dipanggil oleh Allah swt.

Hati-hati, terdapat orang yang dengan beban hidupnya dan tidak kuat imannya berusaha mengakhiri hidup. Ia menganggap bahwa dengan mengakhiri hidup di dunia ini akan menghilangkan permasalahan. Padahal tidak. Kematian ialah perpindahan alam saja. kita pernah berada di alam rahim. Lalu sekarang ada di alam dunia. Setelah mati kita berpindah ke alam barzah (kubur) dan selanjutnya. Justru, keadaan di alam barzah dan selanjutnya akan ditentukan atau dipengaruhi dengan amalan masa di dunia ini. Apabila selama berada di dunia ini kita selalu memperbanyak amalan salehan, niscaya Allah akan memberikan nikmat saat di alam kubur (barzah) nanti.

Sebaliknya, apabila selama di dunia ini kita banyak dosa, maka saat di alam barzah nanti, kita akan mendapatkan siksa kubur.

Amalan manusia selama di dunia ini memang beraneka ragam. Wajar dan sangat wajar.

Dengan demikian hidup ini pernuh warna dan dipandang indah. Andai amalannya sama mungkin akan sangat monoton dan tidak akan terjadi interaksi yang baik. Dalam al quran surah al lail ayat ke-4 Allah mengingatkan;

Sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda.

Terakhir, yang sudah Allah tentukan atas kita sejak ada dalam rahim ibu kita ialah kesulitan dan kesenangan. Tak ada orang yang selamanya mengalami kesulitan.

Demikian juga sebaliknya. Orang miskin punya masalah, orang kaya pun punya masalah, dan mungkin maslahnya lebih banyak. Orang kurang ilmu punya bermasalah, orang pintar pun banyak masalah. Boleh guru kita semua Profesor Dr. H. Uus Ruswandi masalahnya lebih banyak dari kita. Tapi jangan sekali-kali berpikiran, kalau begitu sudah saja tidak usah berbuat apapun karena toh nanti juga akan bermasalah. Itu tentu salah.

Yang terpenting bagi kita ialah bagaimana kita berusaha menghadapi setiap kesulitan yang dihadapi dengan ikhlas. Andai itu dilakukan, niscaya Allah akan memberikan kebaikan kepada kita. Jangan lupa, pada saat selesai menyelesasikan suatu urusan, segera lakukan urusan yang lain. jangan menanti-nanti untuk menyelesaikannya.

Never put of until tomorrow what you can do today !

Yang harus kita yakini juga, dengan menghadapi masalah, maka akan membuat kita semakin dewasa dan berilmu.

Coba perhatikan, anak-anak sekolah, apa itu bukan suatu masalah ? belajar itu cape, butuh biaya, butuh waktu, tenaga dan lain-lain. Apalagi sekolahnya sampai perguruan tinggi S1, S2 dan S3. Mereka terus menghadapi masalah.

Yang sudah lelah, harus membayar dengan cukup mahal lagi. Tapi apa yang terjadi ? dengan semakin belajar, maka ia semakin tahu, dan yakiinilah Allah akan mengangkatkan derajat baginya. Apabila sudah berilmu, maka ia akan lebih banyak memberikan azas manfaat bagi orang lain.

Jadi simpulannya ialah, apabila kita hendak hendak diangkatkan derajat oleh Allah, maka hadapilah masalah-masalah itu.

Nah, pada saat diberikan kesenangan, tentu kita dianjurkan untuk bersyukur atas semua itu. bentuk syukur tentunya dengan melaksanakan kebaikan-kebaikan. Saya yakin, hadirnya ibu-ibu di majlis taklim al barokah ini, sebagai bentuk rasa syukur ibu-ibu atas karunia dari Allah SWT.

Tertawa sewajarnya, gembira ria sewajarnya. Yang terpenting jangan sampai lupa diri saja.

Kalau itu dilakukan, niscaya Allah akan menambahkan nikmat kepada kita semua, dan Allah pun akan senang karena kita menggunakan kesenangan-kesenangan yang diberikan-Nya untuk kebaikan-kebaikan.

Hadirin yang dimulyakan Allah rupanya itu yang dapat disampaikan. Yang benar mutlak dari Allah SWT, dan yang salah itu semata-mata dari saya sendiri. Semoga Allah SWT selalu melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada kita semua. Amin.

Allahummaghfir lil mukminina wal mukminat. Wal muslimina walmuslimat. Al ahyai minhum wal amwat.
Rabbana hablana min azwajina wadurriyyatina qurrata a’yun, wajalna lil muttaqina imama.

Rabbana dhalamna anfusana wa inlam taghfirlana watarhamna lanakunanna minal khasyrin.

Rabbana atina fil dunya hasanah, wafil akhirati hasanah waqina azabannar.

Waasalamu alaikum w.w

Garut, 14 Juli 2019

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *